Wednesday, January 15, 2014

Menunggu



Lelaki itu menatap gadis di hadapannya dengan lembut. “Maukah kau menungguku?”

Sang gadis menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Untuk sementara ini, ya.”

“Sementara ini?” lelaki itu melengkungkan kedua alisnya. Ia kira gadis itu mencintainya. Ia kira gadis itu mau menunggu selamanya.

“Hmm… Kita akan terpisah oleh jarak dan waktu. Aku tak bisa memberi jaminan bahwa aku akan selalu mencintaimu. Karena hati manusia bisa berubah, iya kan? Aku yakin kau tahu betul itu. Kecuali—“ gadis itu menggantungkan kata-katanya. Mencoba membaca ekspresi yang ditunjukkan oleh laki-laki di depannya.

“Kecuali?”

“Kecuali kau tetap berhubungan denganku. Dalam bentuk apapun itu. Paling tidak, kau menunjukkan kalau kau masih hidup. Dan kau masih menginginkan diriku untuk menunggumu. Sehingga aku tak akan merasa bahwa aku menanti dalam kesia-siaan.”

“Tentu saja. Aku akan berusaha. Aku janji.”

Senyum mengembang di wajah sepasang kekasih itu. Kini mereka lebih siap untuk menghadapi perpisahan. 

No comments:

Post a Comment