Lelaki itu menatap gadis di
hadapannya dengan lembut. “Maukah kau menungguku?”
Sang gadis menganggukkan
kepalanya seraya berkata, “Untuk sementara ini, ya.”
“Sementara ini?” lelaki itu
melengkungkan kedua alisnya. Ia kira gadis itu mencintainya. Ia kira gadis itu
mau menunggu selamanya.
“Hmm… Kita akan terpisah oleh
jarak dan waktu. Aku tak bisa memberi jaminan bahwa aku akan selalu
mencintaimu. Karena hati manusia bisa berubah, iya kan? Aku yakin kau tahu
betul itu. Kecuali—“ gadis itu menggantungkan kata-katanya. Mencoba membaca ekspresi
yang ditunjukkan oleh laki-laki di depannya.
“Kecuali?”
“Kecuali kau tetap berhubungan
denganku. Dalam bentuk apapun itu. Paling tidak, kau menunjukkan kalau kau
masih hidup. Dan kau masih menginginkan diriku untuk menunggumu. Sehingga aku
tak akan merasa bahwa aku menanti dalam kesia-siaan.”
“Tentu saja. Aku akan berusaha.
Aku janji.”
Senyum mengembang di wajah
sepasang kekasih itu. Kini mereka lebih siap untuk menghadapi perpisahan.
No comments:
Post a Comment